sudah dini hari, tetapi saya sama sekali blm mengantuk. mgkn krn efek tidur siang yg lumayan lama atau krn memang jam tdr saya yg kembali bergeser. saya baru saja mendengarkan lagu Ipang – Ada yang Hilang, lagu kesukaan Burung jaman dahulu kala. jaman kami masih labil dan terperangkap di cerita masa lalu. menurut kami, lagu tersebut sangat menggambarkan keadaan saat itu. waktu saya mendengarkan lagu itu lagi di masa sekarang, entah kenapa rasanya sedikit berbeda. mgkn krn saya (dan Burung) telah melepaskan diri dari perangkap masa lalu itu. jadi lagu itu sekarang hanya menjadi hiburan, bukan soundtrack kisah kami.
lalu tiba-tiba saya teringat teori yin dan yang, teori yang saya dan Primo cetuskan krn terinspirasi dari kisah2 nyata yg terjadi di sekitar kami. knp kami sebut yin dan yang? krn pada dasarnya kami beranggapan semua yg terjadi di dunia ini adalah seimbang satu sama lainnya. bila diterapkan di kehidupan kami, bila ada seseorang yang sdg senang atau mendapat kebahagiaan berarti di luar sana ada seseorang yg sdg kurang bahagia atau malah sedih sekali. ekstrimnya, kami beranggapan teori ini seolah-olah menggambarkan bahwa ketika kita bahagia brarti harus ada yg tdk bahagia agar semuanya seimbang. anggapan tersebut bukan hanya isapan jempol atau omong kosong belaka. kami bicara berdasarkan bukti2, yaa setidaknya pola kejadian yg sering terulang pada akhirnya kami anggap sebagai bukti yang mendukung adanya teori yin dan yang ini.
ironis memang, terkadang saya malah jadi sering terpikir, semoga kebahagiaan yang sedang saya rasakan sekarang tdk membuat orang2 terdekat saya malah terkena bagian tidak enaknya. tetapi saya selalu percaya, semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan. semua pasti terjadi karena suatu alasan dan untuk suatu alasan. bahagia yang saya rasakan, sedih yang pernah saya alami semuanya memang sudah diatur dan pada akhirnya akan membawa keseimbangan bagi dunia, yaa setidaknya dunia di sekitar saya.